Simalingkar-Medan, 15 Oktober 2010
Majelis Jemaat dan BPMJ BNKP Hilisawatõ Simalingkar Medan mengikuti kegiatan Penataran Para Pelayan di Resort 42 BNKP bertempat di Gereja BNKP Teladan Medan yang berlangsung selama 2 hari mulai hari ini 15 Oktober s/d 16 Oktober 2010. Para pelayan dari Hilisawatõ diantar dan didampingi langsung oleh Pendeta Jemaat, Pdt. Elyus Meiman Lawõlõ,BTh.
Penataran para pelayan ini diikuti oleh seluruh BPMJ dan Majelis Jemaat yang bernaung di bawah Resort 42 BNKP yang dibagi ke dalam 5 Rayon dan berlangsung dalam waktu yang berbeda-beda dan untuk Rayon 2 sudah terlaksana pada tanggal 7 Oktober 2010 di BNKP Tanjung Balai dan direncanakan akan berakhir pada 12 Desember 2010 di Rayon 5 BNKP Kabanjahe kota.
Khusus untuk Rayon 1 acara pembukaan diisi dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. YS Halawa,STh. Yang kemudian diikuti dengan sesi 1 dan 2 tentang Percaskapan Pastoral. Dan menurut rencana akan ditutup dengan KKR yang dilayani oleh Pdt. Benny Gulõ, STh, MA (Ketua KMO BNKP) besok 16 Oktober 2010.
Secara umum kegiatan penataran para pelayan ini cukup baik. Hanya saja menurut beberapa peserta, tujuan yang diharapkan untuk melatih para pelayan agak kurang tercapai. Yang seharusnya untuk setiap topik, harus diberi waktu yang cukup sehingga selain dibekali dengan teori-teori, para peserta juga sebaiknya diberi praktrek langsung atau dilatih dalam memecahkan masalah atau setidaknya mendiskusikan beberapa hal yang sering ditemui oleh para pelayan di jemaat masing-masing. Namun penataran ini tidak ubahnya seperti seminar singkat karena ada 10 materi yang harus diselesaikan dalam waktu 10 Jam. Berarti masing-masing topik kurang lebih 1 jam.
Sebagai masukan kepada para pimpinan di BNKP khususnya yang memiliki program pembinaan para pelayan, agar melaksanakan 1 atau 2 topik saja tetapi benar-benar dapat dikuasai sekaligus mampu membekali para peserta baik dari segi teori maupun praktek atau pemecahan/diskusi masalah. Disamping para penatar yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing dan dapat menjadi panutan. Sehingga tidak ada kesan bahwa penataran itu hanya sekedar formalitas alias muluk-muluk. Dengan demikian kita mengharapkan ke depan para pelayan di BNKP terutama para majelis dapat menjadi Pelayan Misionaris sebagaimana kita idam-idamkan bersama. Amin.





