Ribut-ribut Soal Kiamat

Oleh: Ev. Manati I. Zega, S.Th., MA

Demam 2012 belakangan ini melanda publik. Puluhan buku bertemakan 2012 laris manis. Buku-buku dari penulis lokal hingga terjemahan bertaburan di toko buku. Sebuah fakta yang menunjukkan bahwa masalah eskatologis selalu menarik minat.

2012 makin ramai dibicarakan ketika film layar lebar bertajuk 2012 diputar di bioskop-bioskop. Seorang hamba Tuhan di Jakarta pernah berniat menemani putrinya untuk menonton film itu. Katanya, ia dan putrinya datang lebih awal, namun tidak mendapatkan tiket. Bahkan sebelumnya, telah banyak orang rela antre berhari-hari untuk beroleh tiket.

SALAH ALAMAT

Lawrence E. Joseph dalam buku Apocalypse 2012: An Investigation into Civilization´s End menuliskan tentang kiamat berdasarkan fakta-fakta. Fakta yang menarik adalah ketika sang penulis mengumpulkan data-data dari suku Maya. Seperti disaksikan penulisnya, ramalan kiamat 2012 terinspirasi dari kalender suku Maya.

Akan tetapi, ada satu hal yang menurut saya tak masuk akal. Lawrence E. Joseph mencari datanya melalui para dukun suku Maya. Ia menyebut nama Carlos dan Gerardo Barrios, dukun suku Maya dari Guatemala, sebagai salah satu narasumber buku kiamat itu. Tentu ini menimbulkan pertanyaan. Mungkinkah dukun yang menyembah dewa-dewa alam menyingkap misteri ilahi yang agung? Kitab Suci dengan tegas mengatakan mengenai waktu dan hari Akhir Zaman tidak seorang pun yang tahu. Malaikat-malaikat bahkan Anak sendiri tidak tahu (Mat. 24:36). Logiskah bila dukun ikut menetapkan tanggal dan tahun sedemikian detail? Bagi saya, ini salah kaprah. Prof. Dr. W. Stanley Heath, Th.D dalam buku Sains, Iman dan Teknologi (Yayasan ANDI, 1997) dengan tegas mengatakan seorang ilmuwan sejati tidak melalaikan Alkitab dalam penelitiannya.

Sebenarnya, Lawrence perlu mengonfirmasi temuannya tentang kiamat dari Kitab Suci. Membicarakan kiamat tidak lepas dari masalah agama. Perihal agama tidak lepas dari Kitab Suci. Maka, bila seorang peneliti menanyakan dukun terkait hak prerogatif Tuhan, jelas ini tidak pantas. Kebenaran ilahi yang ditanyakan melalui dukun, sekali lagi sebuah kesalahan fatal. Kebenaran tentang Akhir Zaman seharusnya dibicarakan dengan para rohaniwan atau ahli Kitab Suci.

Perkembangan selanjutnya, melalui berbagai tulisan di media cetak dan internet, suku Maya membantah. Suku tersebut tidak mau disebut biang kiamat 2012. Seorang arkeolog Maya, Jose Huchm gerah dengan pemberitaan mengenai kiamat yang dikaitkan dengan suku Maya. Jose berkata, “Bila aku pergi ke komunitas penutur bahasa Maya dan menanyakan orang-orang tentang hal yang akan terjadi pada 2012, mereka tak tahu apa-apa. Jika engkau berkata kepada mereka bahwa dunia akan berakhir pada 2012, pasti mereka tidak akan mempercayaimu.” Bahkan, seorang tetua suku Maya, Apolinario Chile Pixton menyebutkan bahwa kalender Maya yang disebut-sebut memperkirakan kiamat 2012 adalah tidak benar. Teori kiamat 2012 datang dari gagasan Barat bukan dari suku Maya. Catatan kuno suku Maya hanya menyebutkan 2012 adalah berakhirnya siklus kalender yang mereka buat. Sama sekali bukan tentang kiamat!

POSITIP

Lawrence E. Joseph dengan karya tulisnya. Roland Emmerich dengan film layar lebarnya. Mereka mengingatkan umat bahwa suatu saat Akhir Zaman akan tiba. Itu pasti! Ya, memang mereka keliru tatkala menetapkan tanggal dan tahun kiamat. Namun, karya-karya mereka menghentak dunia. Mata dunia sedang tertuju pada kiamat. Dunia diingatkan, cepat atau lambat Akhir Zaman akan datang. Bisa sebelum 2012 atau bahkan bertahun-tahun setelah 2012.

Sebagai orang Kristen, baik pula jika menimbang nasihat Paulus kepada jemaat Tesalonika. Saat itu muncul ajaran tidak sehat mengenai Akhir Zaman. Lalu, Paulus menasihatkan jemaat itu. “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa” (2 Tes. 2:3). Bangun pemahaman kiamat dari Alkitab. Bukan dari pemahaman dan penelitian ilmiah terhebat mana pun. Kiamat adalah urusan Bapa.
__________
Penulis seorang rohaniwan, penulis buku, dan Jurnalis. Redaktur Pelaksana Majalah Rohani Nasional BAHANA. Tinggal di Yogyakarta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s