Kobarkan Api Pelayanan !!!

Ev. Manati I. Zega, STh

Kobarkan Api Pelayanan

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan (Roma 12:11).

Oleh: Ev. Manati I Zega, MA

Baca: Roma 12:1-21

Pada tahun 109 M, dibangunlah sebuah terowongan air raksasa di Spanyol. Terowongan ini berfungsi mengalirkan air segar dari pegunungan untuk memenuhi kebutuhan air warga kota. Siang—malam terowongan itu tak berhenti menyalurkan air bersihnya demi kepentingan warga. Konon katanya, selama delapan belas abad terowongan tersebut telah melayani masyarakat tanpa kenal lelah. Namun suatu saat generasi berikutnya berpikir bahwa terowongan air itu terlalu tua. Perlu diganti dengan yang baru. Maka mereka menggantinya dengan pipa yang disalurkan ke rumah-rumah penduduk. Di satu sisi penggunaan pipa makin memudahkan warga. Namun di sisi lain telah menciptakan masalah baru. Terowongan air yang telah melayani 60 generasi itu menjadi rusak karena tidak lagi mengalirkan air. Ia telah berhenti melayani. Kini terowongan itu hanya menjadi museum yang meninggalkan berbagai kisah dan sejarah. Kondisinya kini menjadi rusak dan merosot.

Kisah di atas sebuah gambaran tentang apa yang akan terjadi bila seseorang berhenti melayani Tuhan. Kondisi iman dan rohaninya bisa merosot bak kisah dari terowongan air tersebut. Karena itulah Paulus mengungkapkan pentingnya roh yang menyala-nyala. Menyala-nyala dalam melayani Tuhan dan pekerjaan-Nya. Bila semangat dalam melayani menjadi kendor, bisa-bisa kehidupan iman dan rohani kita menjadi loyo. Dengan melayani Tuhan sebenarnya kita sedang memberi pupuk bagi iman dan kehidupan rohani kita. Sebaliknya kendor dalam melayani berarti kita sedang mencabut vitamin yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan iman kita.

Melayani adalah harga mati bagi setiap orang percaya. Terlalu banyak anugerah Allah yang setiap saat kita nikmati. Terlalu banyak kebaikan-Nya yang dilimpahkan kepada kita. Maka sebagai anak Tuhan, memberi diri untuk melayani-Nya menjadi tanggung jawab kita. Kita dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Tujuannya adalah untuk memberitakan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib. Perbuatan kasih-Nya yang juga diwartakan kepada orang lain. Karena itu setialah melayani.

Jangan Padamkan Api Pelayanan

______________

* Penulis seorang rohaniwan dan jurnalis. Tinggal di Yogyakarta-Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s