Panitia Persidangan Majelis Sinode ke 55 Gereja BNKP Audensi ke Harian SIB

Medan (SIB), Kamis 24 Juni 2010

Untuk pertama kalinya, Sidang Majelis Sinode Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) ke 55 yang akan berlangsung 27 Juni hingga 1 Juli 2010 di Medan, dilaksanakan di luar Pulau Nias. Sebelumya pelaksanaan sidang yang telah berlangsung 54 kali dilaksanakan di Pulau Nias.

Selain dimaksudkan agar BNKP lebih dikenal lagi oleh seluruh masyarakat khususnya di Sumatera Utara, pelaksanaan sidang yang untuk pertama kali berlangsung di Medan itu guna menunjukan bahwa BNKP hadir bukan hanya bagi masyarakat Nias saja, tetapi juga bagi seluruh masyarakat dalam rangka pelayanan demi kemulian nama Tuhan.

Hal itu disampaikan panitia persidangan majelis sinode BNKP ke 55 tahun 2010 saat beraudensi ke kantor Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Rabu (23/6) yang diterima Pemimpin Umum Harian SIB DR GM Panggabean diwakili Sekred Redaktur Pelaksana Manapar Manullang.

Panita yang datang beraudensi bersama Praeses BNKP Resort 42 Pdt Dorkas Daely MTh, Praeses BNKP Resort 43 Pdt AR Bu’ulolo MDiv itu terdiri dari Ketua Umum Drs Penyabar Nakhe, Sekretaris Umum SNK Kasiria Gea SE dan Bendahara Umum SNK Eliada Zebua.

Dalam kesempatan itu Penyabar Nakhe menjelaskan, pelaksanaan sidang tersebut diawali pembukaan yang disatukan dengan ibadah raya yang akan dihadiri puluhan ribu warga Nias, Minggu (27/6) di TD Pardede Hall dengan menghadirkan pengkhotbah mantan Ephorus HKBP DR SAE Nababan.

Untuk itu pihaknya kata Nakhe secara khusus mengundang Pemimpin Harian SIB Bapak DR GM Panggabean, wakil II Pemimpin Umum/Ketua Dewan Redaksi Ir GM Chandra Panggabean, Redpel Manapar Manulang untuk dapat hadir pada acara tersebut. Pihaknya juga kata Nakhe mengundang Muspida Plus Sumut dan Kota Medan.

Setelah acara pembukaan lanjut Nakhe, persidangan dilaksanakan 28 Juni hingga 1 Juli 2010 di Hotel Danau Toba Medan. Setiap hari persidangan tersebut diawali dengan ceramah yang disampaikan diantaranya dari Departemen Agama, ketua PGI, Rektor Sekolah Tinggi Theologia.

Sementara Praeses BNKP Resort 42 Pdt Dorkas Daely mengatakan, dari pelaksanaan Sidang yang mengangkat thema “Tuhan bekerja mendatangkan syalom bagi semua orang untuk membangun persekutuan yang kokoh demi pertumbuhan gereja-Nya”yang dilaksanakan di Medan, diharapkan BNKP lebih dikenal lagi. Dari beberapa organisasi gereja Nias, BNKP paling banyak jumlah jemaatnya mencapi 367 ribu jiwa, baik yang berada di Nias maupun di luar Nias.

Sinode yang dilaksanakan itu merupakan sinode kerja untuk mengevaluasi sejauh mana program pelayanan yang sudah dilakukan. “Apalagi telah ada perubahan tata gereja kita sejak tahun 2007. Inilah yang akan dievaluasi apakah sudah berkaitan dengan perubahan tata gereja itu”, ujarnya.

Berbagai harapan juga dikemukakan Praeses BNKP Resort 43 Pdt AR Bu’ulolo dari pelaksanaan persidangan sinode ke 55 tersebut untuk membawa sebuah paradigma baru dalam pelayanan. Pradigama baru itu bagaimana memandang ke depan bahwa pelayanan itu tidak hanya diletakan hanya di sekitar daratan Nias saja, tetapi BNKP juga harus hadir dalam pelayanan di luar daratan Nias. Gereja katanya harus hadir sebagai pembawa terang dan damai bagi dunia ini.

Ia berharap harian SIB dapat menyuara gemakan acara persidangan tersebut sehingga masyarakat khususnya di Sumatera Utara dapat mengetahui kegiatan tersebut dan apa yang dicapai dalam persidangan itu.

Menanggapi apa yang disampaikan tersebut, Manapar Manullang mengatakan Pemimpin Umum Harian SIB Bapak DR GM Panggabean begitu peka dan menaruh perhatian khusus bagi kemajuan gereja-gereja termasuk BNKP.

Sinode kerja itu kata Manapar Manullang adalah untuk mengevaluasi program-program kerja yang sudah dilakukan, apakah sudah dapat menjawab berbagai tantangan masa kini dan tantangan ke depan. “ Saya melihat suatu sinode itu dikatakan berhasil apabila dapat merumuskan suatu keputusan yang bisa menjawab tantangan masa kini dan juga ke depan “, ujarnya.

Menurutnya, untuk ke depan, tantangan yang akan dihadapi itu semakin besar dan bagaimana gereja menghadapinya, bagaimana gereja menjawab berbagai masalah yang dihadapi. “Semakin banyak gereja menjawab berbagai tantangan di tengah jemaatnya, gereja itu lebih berhasil. Maka misi untuk membawa dan menjadikan jemaat sebagai garam dan terang dunia itu dapat tercapai”, katanya.

Di akhir kunjungan itu, panitia mengucapkan selamat ulang tahun kepada Pemimpin Umum Harian SIB Bapak DR GM Panggabean dan mereka senantiasa mendoakan Bapak DR GM Panggabean dan keluarga serta staf dan karyawan agar tetap diberkati Tuhan dan harian SIB semakin maju dan jaya. Pertemuan itu ditutup dengan doa yang dibawakan Pdr AR Bu’ulolo. (M-14/g)

4 responses to “Panitia Persidangan Majelis Sinode ke 55 Gereja BNKP Audensi ke Harian SIB

  1. bagaimana klo BNKP Nias bertumbuh supaya para pendeta memikirkan kenapa BNKP Nias sulit berkembang permasalahanya coba kita pikirkan bersama para yng melayani di dalam gereja yang telah diprecayakan oleh Tahan

    • Titonik F Gulo, S.PdK, S.Th

      Saya sangat mendukung apa yg dikatakan Winis Telaumbanua. Perkembangan gereja tidak ditentukan oleh besarnya ataupun banyaknya gedung gereja yg sudah dibangun, karena kemajuan suatu gereja tak hanya dilihat dalam kuantitas tetapi juga terutama kualitas. Kesan kita bahwa gerakan BNKP masih belum maksimal dalam hal gereja yang missioner kendati hal itu sudah didengungkan sejak pertama kalinya di BNKP selama hampir 20 tahun dan hasilnya masih sangat jauh dari apa yg diharapkan. Para pelayan BNKP harus memiliki komitmen untuk memajukan keimanan jemaatnya dan juga mengusahakan kesejahteraan jemaat dalam hal ekonomi. Banyak para pelayan yg tidak menyadari bahkan tidak setuju jika dikatakan bahwa tanggungjawab mereka memberhasilkan ekonomi jemaatnya, padahal semua orang tahu bahwa semakin tinggi tingkat ekonomi suatu jemaat maka jumlah persembahan yg terkumpul di gereja tersebut akan semakin besar karena jemaat sudah tercukupkan dengan kebutuhannya dan semakin bersyukur pada TUHAN atas berkat-berkat dan sukacita yg telah mereka peroleh. Namun ini terserah pada para hamba TUHAN yg notabene sudah pasti sangat sejahtera apabila jemaatnya pun sejahtera. KITA JANGAN MUNAFIK. GOD bless you. Amien. >081260815111.

  2. kita sebagai orang kristen harus sungguh hidup takut akan Tuhan supaya ada perkembangan

  3. kalau kita perhatiakan gereja-gereja yang ada di Nias saat ini, secara khusus gereja BNKP tidak berkembang. Dengan demikian apa faktor penghambat pertumbuhan Gereja tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s