Category Archives: Artikel

Artikel berupa tulisan dari nara sumber

Gempa di HAITI : 7.2 Scala Richter

Jumat, 15/01/2010 09:52 WIB
Rakyat Haiti Blokir Jalan Dengan Menumpuk Mayat-Mayat Korban!
Rita Uli Hutapea – detikNews

Port-au-Prince – Situasi di Haiti pascagempa benar-benar mengenaskan. Hingga kini banyak warga Haiti yang belum memperoleh bantuan apapun. Lambannya bantuan membuat rakyat Haiti marah.
Saking marahnya, mereka memblokir jalan sebagai protes atas keterlambatan tersebut. Namun yang mengerikan, massa menggunakan mayat-mayat korban gempa untuk memblokir jalan!
Demikian penuturan saksi mata, Shaul Schwarz, fotografer untuk majalah TIME. Dia melihat setidaknya dua blokade jalan di pusat kota Port-au-Prince yang dibentuk dari tumpukan mayat-mayat korban dan batu-batu.
“Mereka mulai memblokir jalan-jalan dengan jenazah-jenazah,” kata Schwarz seperti dilansir harian News.com.au, Jumat (15/1/2010).
“Keadaan kian memburuk di sini, orang-orang kesal karena tidak mendapatkan bantuan,” imbuhnya.
Aksi-aksi penjarahan di toko-toko juga mulai terjadi di Port-au-Prince, ibukota Haiti. Sekelompok pria bersenjatakan parang berkeliaran di Port-au-Prince untuk mengambil paksa barang-barang apapun yang bisa mereka bawa. Kekacauan terlihat di beberapa lokasi di ibukota.
Hampir tidak ada tanda-tanda keberadaan otoritas di ibukota. “Tak ada seorang pun yang berseragam, tidak ada yang memberikan perintah,” ujar reporter Fox News, Steve Harrigan.
Dikatakannya, sejauh ini operasi penyelamatan hanyalah “warga Haiti menolong warga Haiti”. Bantuan internasional belum sampai ke warga.
Ratusan ribu orang dikhawatirkan tewas akibat gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Haiti. Ini merupakan gempa paling dahsyat di negara miskin itu dalam kurun waktu 200 tahun. (ita/iy)

<!–

–>

Kata-Kata Inspirasi di Tahun 2010

Oleh : Viktor Abadi Waruwu, Di Forum Diskusi Anak Nias Group

Mari pekikan kata-kata yang menginspirasi untuk tahun 2010…

Thomas J. Watson
Jangan mencari kawan yang membuat Anda merasa nyaman, tetapi carilah kawan yang memaksa Anda terus berkembang.

Henry Ford
Bila Anda berpikir Anda bisa,maka Anda benar. Bila Anda berpikir Anda tidak bisa, Anda pun benar… karena itu ketika seseorang berpikir tidak bisa, maka sesungguhnya dia telah membuang kesempatan untuk menjadi bisa.

Alexander Graham Bell
Konsentrasikan pikiran Anda pada sesuatu yang Anda lakukan Karena sinar matahari juga tidak dapat membakar sebelum difokuskan.

Bhagavad Gita
Manusia dibentuk dari keyakinannya. Apa yang ia yakini, itulah dia.

Jack Trout
Bekerja lebih keras tidak lebih efektif dari bekerja lebih pintar.

Thomas Stanley
Kebanyakan milyuner mendapat nilai B atau C di kampus. Mereka membangun kekayaan bukan dari IQ semata, melainkan kreativitas dan akal sehat.

Albert Einstein
Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan.

Walt Disney
Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat melakukannya.

Eleanor Roosevelt
Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada indahnya mimpi-mimpi mereka.

Peter F. Drucker
Cara terbaik meramalkan masa depan Anda adalah dengan menciptakan masa depan itu sendiri.

Mahatma Gandhi
Kita harus menjadi perubahan yang ingin kita lihat di dunia.

Peter F. Drucker
Dalam setiap kisah sukses, Anda akan menemukan seseorang yang telah mengambil keputusan dengan berani.

George S. Patton
Kesalahan terbesar adalah tidak pernah membuat keputusan. Setiap perawan tua sepakat dengan saya.

Jack Trout
Tidak seorang pun akan mengikuti Anda jika Anda tidak tahu kemana harus melangkah.

Promod Brata
Jika Anda ingin berbahagia selama satu jam, silakan tidur siang. Jika Anda ingin berbahagia selama satu hari, pergilah berpiknik. Bila Anda ingin berbahagia seminggu, pergilah berlibur. Bila Anda ingin berbahagia selama sebulan, menikahlah. Bila Anda ingin berbahagia selama setahun, warisilah kekayaan. Jika Anda ingin berbahagia seumur hidup, cintailah pekerjaan Anda.

E. Nightingale
Orang yang paling beruntung di dunia adalah orang yang telah mengembangkan rasa syukur yang hampir konstan, dalam situasi apapun.

Henry Ford
Salah satu penemuan terbesar umat manusia adalah bahwa mereka bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya mereka sangka tidak bisa dilakukan.

Henry Ford
Apabila kita takut gagal, itu berarti kita telah membatasi kemampuan kita.

Andrew Carnegie
Biasakanlah untuk berpikir bahwa sukses hanya tinggal selangkah lagi dan pasti akan diraih, niscaya masa depan yang cerah akan ada di depan Anda.

Robyn Allan
Kegagalan terbesar adalah apabila kita tidak pernah mencoba.

Bill Clinton
Tidak ada jaminan kesuksesan, namun tidak mencobanya adalah jaminan kegagalan.

Henry James
Anda takkan tahu apa yang tak dapat Anda lakukan, sampai Anda mencobanya.

Eugenio Barba
Kegagalan hanya situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam makna positif. Ingat, Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total sebab Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia.

Thomas A. Edison
Banyak orang yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan sukses tapi sayangnya, mereka kemudian menyerah.

Charles Noble
Anda harus memiliki tujuan jangka panjang agar tidak frustasi terhadap kegagalan jangka pendek.

Robert J. Lumsden
Standar terbaik untuk mengukur keberhasilan Anda dalam kehidupan adalah dengan menghitung jumlah orang yang telah Anda buat bahagia.

Pepatah Cina kuno
Perjalanan sejauh 1000 mil dimulai dengan 1 langkah.

UI Tuntut Daerah yang Manipulasi Pengumuman CPNS

Umum 26-11-2009

*nana miranti
MedanBisnis – Medan
Universitas Indonesia (UI) melakukan kerja sama dengan 14 kabupaten/kota di Sumut dalam proses perekrutan CPNS 2009. Meski demikian, UI akan menuntut kabupaten/kota yang memanipulasi pengumuman daftar nama peserta ujian CPNS yang lulus.
Komitmen UI itu disampaikan kepada rombongan Komisi A DPRD Sumut yang melakukan koordinasi dan melihat sistem yang digunakan untuk perekrutan CPNS formasi 2009, Rabu (25/11), di Kampus UI, Depok.
Ketua Komisi A DPRD Sumut, M Nuh, yang dihubungi MedanBisnis via telepon mengatakan, dalam kunjungan itu mereka diterima Kepala Biro Hukum UI, Retno Moerniati. Para anggota dewan mendapat penjelasan bahwa UI akan membuat sistem perangkingan dalam menilai hasil ujian CPNS.
Daftar rangking itu akan diperbanyak menjadi rangkap 3, masing-masing untuk kabupaten/kota, Badan Kepegawaian Nasional dan database UI.
“UI akan melakukan tindakan hukum jika ada yang mengumumkan peserta yang lulus CPNS berbeda dengan nama-nama hasil perangkingan yang mereka lakukan. Karena mereka merasa telah bekerja secara profesional. Jadi kalau ada pemkab/pemko yeng bermain curang, maka itu akan berpengaruh pada nama baik UI,” terang M Nuh.
Ke-14 kabupaten/kota yang melakukan kerja sama dengan UI itu adalah Medan, Binjai, Siantar, Sibolga, Asahan, Dairi, Karo, Langkat, Sergai, Pakpak Bharat, Samosir, Batubara, Labuhanbatu Selatan, dan Labuhanbatu Utara.
“Hanya ada 14 kabupaten/kota, bukan 19 seperti yang dilaporkan BKD Pempropsu,” ucapnya.
Nuh menambahkan, sesuai kesepakatan, UI juga menurunkan timnya ke 14 kabupaten/kota saat diadakanya ujian CPNS, Rabu kemarin. Usai ujian, lembar jawaban dikumpulkan dan langsung dibawa ke Jakarta untuk dikoreksi dan dibuat perangkingan.
“Untuk perangkingan, agar transparan, UI akan melakukan prosedur tersebut di depan BKD kabupaten/kota dan BKN. Karena pengumuman PNS akan dilakukan pada 7 Desember,” katanya.
Selain adanya tindakan tegas dari UI, tambah M Nuh, pihaknya sebagai komisi A juga akan menerima dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat yang merasa dirugikan dalam proses penerimaan CPNS ini.
“Kalau merasa ada kejanggalan dan dirugikan dengan hasil pengumuman CPNS yang disampaikan pemkab/pemko nantinya, kami akan siap untuk mengkonfirmasi dan melakukan pengecekan dengan data yang dimiliki UI,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan M Nuh, selain dengan UI, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan PTN lainnya yang melakukan kerja sama dengan kabupaten/kota di Sumut dalam proses penerimaan CPNS ini, yaitu UGM (Tapteng), Universitas Padjajaran (Tanjung Balai, Madina, Paluta), Universitas Sebelas Maret (Padang Lawas, Tobasa, Padang Sidimpuan) dan USU (Tebingtinggi, Tapsel, Labuhanbatu, Deliserdang, Humbahas dan Pempropsu).
“Jadi laporan kejanggalan ini tidak hanya dari masyarakat yang mengikuti tes CPNS dari kabupaten/kota yang kerja sama dengan UI, tapi juga dengan PTN lainnya. Kami akan coba untuk melakukan kroscek jika ada laporan. Karena berdasarkan instruksi BKN, setiap PTN yang terlibat harus transparan,” paparnya.
Dari hasil evaluasi pelaksanaan CPNS formasi 2009 ini, papar M Nuh, pihaknya, ke depan, akan mengusulkan ke BKD agar ada transparansi dan kemudahan bagi publik dalam mengakses nilai perangkingan yang dilakukan PTN.
“Ke depan, sebaiknya hasil perangkingan tidak hanya rangkap tiga, tapi juga dapat diserahkan ke kami (DPRD-red), biar mudah diakses masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, M Nuh juga menyebutkan bahwa Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara dan Kota Gunung Sitoli  sampai kini tida jelas bekerja sama dengan PTN mana. Padahal, berdasarkan laporan BKD Pempropsu ke Komisi A DPRD Sumut, 5 kabupaten/kota itu kerja sama dengan UI, tetapi pihak UI membantah.

Natal, Sapaan di Tengah Kegamangan

Oleh: Ev. Manati I. Zega, S.Th., MA *

Kebingungan melanda dunia saat ini. Kepastian masa depan kian dipertanyakan. Akankah Natal membawa secercah harapan?

Natal, aha inilah yang dinantikan umat Kristen sedunia. Sebenarnya bukan hanya yang kristiani, namun pelaku bisnis musiman pun menantikan bulan Natal itu. Seorang rekan yang pernah tinggal sepuluh tahun di Singapura berkisah bahwa nuansa Natal begitu kentara di negara itu sejak akhir November. Pernak-pernik Natal mudah ditemui di pusat-pusat perbelanjaan. Di Indonesia pun hampir sama. Sejak awal Desember, toko-toko telah ramai dengan beragam aksesori Natal. Tentu, hal semacam itu sah-sah saja. Bukankah tidak ada larangan untuk bersukacita menyambut Natal? Tuhan pun tidak melarang siapa pun untuk bergembira menyambut kelahiran-Nya.

Akan tetapi, kita diperhadapkan dengan keprihatinan sosial di sekitar kita? Memang bersukacita itu penting. Namun, pernahkah memikirkan kondisi masyarakat yang serba tidak pasti. Mengawali bulan terakhir di tahun 2009 ini, banyak persoalan di sekeliling kita. Perseteruan KPK dengan POLRI. Kasus ini menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum. Kasus Bank Century yang masih diproses Pansus DPR. Hal ini menambah deretan kegelisahan. Belum lagi masalah perceraian yang persentasenya meningkat tajam. Akibatnya anak-anak mengalami keterpecahan jiwa. Bahkan tidak sedikit yang meragukan kasih Tuhan karena orangtua yang harus berpisah. Hal lain yang tak kalah penting adalah rumor kiamat 2012. Kontroversi film layar lebar karya Roland Emmerich ini terjadi di berbagai tempat. Termasuk di negeri kita. Fenomena bencana alam pun tidak luput dari perhatian masyarakat. Lagi-lagi tekanan demi tekanan tampaknya enggan meninggalkan umat manusia.

MENILIK SEJARAH

Sejenak kita menilik sejarah sebagai pembanding. Tatkala Natal pertama tiba, umat dalam keadaan tertekan. Ada apa gerangan? Mereka berada di bawah cengkeraman tirani Romawi. Penguasa menyebar kekerasan, kesewenangan, penderitaan yang berujung pada kemiskinan. Singkatnya, ketidakpastian melanda umat kala itu.

Keadaan diperparah lagi oleh kondisi umat yang memberontak kepada Tuhan. Masa intertestamental—masa antar Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB), Tuhan tidak mengutus seorang nabi pun untuk berbicara kepada umat. Sekitar 400 tahun masa diam antar PL dan PB inilah masa-masa yang penuh ketidakpastian.

Akan tetapi, dalam kondisi sunyi ini terjadilah surprise lewat inkarnasi atau Natal. Kemilau cahaya pengharapan menembus kehampaan manusia. Allah tidak tinggal di belakang langit biru lalu menonton penderitaan manusia. Natal memecah keputusasaan itu dengan secercah pengharapan baru. Kelahiran Kristus, bagi orang Kristen merupakan berita sukacita. Maksudnya, berita kelegaan bagi mereka yang terkungkung secara sosial, politik, bahkan psikologis selama ini. Natal tiba, pertanda masih ada harapan bagi manusia.

Fakta membuktikan! Kegamangan melanda umat manusia sepanjang lintasan sejarah. Gamang adalah perasaan takut, was-was, kehilangan keseimbangan ketika berada pada ketinggian. Andaikan manusia punya sayap dan terbang tinggi. Dari ketinggian terlihatlah betapa ngerinya dunia kita. Menakutkan, kata itu mungkin tepat untuk menggambarkannya. Namun, apakah berhenti pada perasaan takut? Atau, kita terjebak dalam fatalisme sembari berkata manusia tidak dapat berbuat apa-apa. Manusia hanya bisa pasrah sambil menonton apa yang terjadi. Menurut saya, sikap demikian kuranglah tepat. Kita harus berbuat sesuatu agar orang lain di sekitar kita punya pengharapan yang pasti.

TELADAN GEMBALA

Pada zamannya, para gembala adalah warga yang status sosialnya kurang terpandang. Memang di kalangan Yahudi, pekerjaan ini di anggap mulia. Namun, dari sisi sosial mereka hanyalah orang-orang biasa yang kedudukannya tidak terlalu diperhitungkan. Maka dalam pengadilan misalnya, ada catatan yang mengatakan testimoni mereka boleh diabaikan.

Akan tetapi, dalam peristiwa Natal pertama, para gembalalah yang mendengar pertama kali kabar kelahiran Kristus. Berita Natal tidak disampaikan malaikat kepada kaum elit. Lingkaran penguasa istana. Namun, malaikat memilih memberitahukan kepada para gembala. Pertanyaan penting yang harus diajukan adalah apa yang menarik dari para gembala? Tentu, kita sepakat bahwa malaikat tidak salah sasaran. Tidak pula salah alamat.

Belajar dari sejarah, profesi gembala adalah profesi berat yang penuh risiko. Mengapa berkata demikian? Para gembala punya tanggung jawab melindungi domba-domba dari bahaya yang mengancam (Mazmur 23:1-6; Yesaya 40:11). Gembala juga harus memelihara dan merawat dengan hati domba-domba gembalaannya. Dengan kata lain, menjadi gembala harus rela mengesampingkan kepentingan diri sendiri. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa gembala adalah pribadi yang bertanggung jawab.

Tanggung jawab para gembala tampak jelas tatkala berita kelahiran Yesus disampaikan oleh malaikat. Begitu malaikat pembawa berita itu meninggalkan mereka, muncullah tindakan inisiatip. Dokter Lukas menuliskan, “Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” (Lukas 2:15). Ini sikap tanggung jawab yang luar biasa. Mereka langsung berangkat ke Betlehem untuk menyaksikan secara langsung apa yang sedang terjadi. Rupanya para gembala adalah pribadi yang tak melalaikan tanggung jawabnya. Sebuah sikap positip yang pantas ditiru.

Implikasi dari sikap ini dalam kehidupan sehari-hari adalah kita perlu menjadi gembala di komunitas masing-masing. Kehadiran kita adalah memelihara dan mengayomi yang lemah. Bukan sebalik. Bukan menghabisi dan mengintimidasi. Sementara kita akan merayakan Natal, kiranya tanggung jawab sebagai gemba menjadi perhatian berasama. Suami kiranya menjadi gembala yang memelihara keluarganya. Bukan sebaliknya, menghancurkan, atau menceraikan pasangan hidupnya. Pemerintah wajib memelihara dan mengayomi warganya. Bukan sebaliknya mengintimidasi dengan sikap-sikap yang arogan.

Tahun 2009 ini, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) mengusung pesan Natal “Tuhan itu Baik Kepada Semua Orang…” (Mazmur 145:9a). Melaluinya umat kristiani di Indonesia dapat menjadi agen pembawa pengharapan. Umat kristiani bersama umat beragama lain bersama-sama merencanakan hari esok yang lebih baik, bagi manusia dan bumi yang kita tinggali ini. Bukan saatnya menebar permusuhan karena permusuhan hanya memicu problema baru. Kini saatnya maju bersama demi kesejahteraan umat manusia. Jadilah agen perubahan, agen penenang di tengah kegamangan zaman. Kiranya Tuhan memampukan kita menunaikan niat tulus ini. Selamat merayakan Natal.

_________

* Penulis, dididik dan dibesar dalam pelayanan Banua Niha Keriso Protestan (BNKP). Seorang rohaniwan dan penulis buku. Selain berkhotbah dan mengajar, kini penulis menjadi Redaktur Pelaksana Majalah Rohani Nasional BAHANA. Tinggal dan melayani di Yogyakarta, Jawa Tengah.